Selasa, 13 Maret 2012

Tugas Kelompok Akuntansi Internasional (Jurnal1)

1. Identitas Artikel

a. Judul

Domestic Accounting Standards, International Accounting Standards, and the Predictability of Earnings

b. Penulis

Hollis Ashbaugh and Morton Pincus

c. Jurnal

Accounting Research

d. Volume

39

e. Tahun

2001

f. Nomor

3

g. Halaman

417 – 434

2. Pendahuluan

a. Motivasi

Dengan adanya dampak relatif dari perbedaan standar akuntansi di setiap negara dengan Standar Akuntansi Internasional (IAS) terhadap keakuratan analis keuangan dalam perkiraan laba untuk sampel perusahaan non-AS berubah sebelum dan setelah mengadopsi IAS.

b. Tujuan

Untuk menyelidiki apakah variasi dalam standar akuntansi di setiap negara terhadap Standar Akuntansi Internasional (IAS) memiliki dampak relatif pada kemampuan analis keuangan untuk memprediksi laba perusahaan secara akurat, dan apakah keakuratan seorang analis dalam memperkirakan laba berubah setelah perusahaan mengadopsi IAS.

3. Tinjauan Pustaka & Hipotesis

a. Tinjauan Pustaka

Standar Akuntansi Internasional Versus U.S. GAAP: Bagaimana Mereka Membandingkan? (Davis-Friday, P. dan N. Rueschhoff, 1998)

Standar Penerimaan dan Kepatuhan Akuntansi Internasional (Street, Grey and Bryant, 1999),

Perubahan Akuntansi dan Keakuratan Seorang Analis dalam Meramalkan Laba (Brown, 1983),

Perubahan Akuntansi dan Laba yang Dapat Diprediksi (Elliott dan Philbrick, 1990),

Pilihan Standar Akuntansi Perusahaan Non-AS (Ashbaugh, 2001),

Hukum Perusahaan Jerman dan Perundangan Akuntansi (Eggert, 1998).

b. Hipotesis

H1. Nilai absolut dari kesalahan perkiraan seorang analis terhadap

pendapatan terkait positif dengan perbedaan yang lebih besar dalam

pengukuran akuntansi di setiap negara dan pengungkapan relative

terhadap standar IAS.

H2. Keakuratan seorang analis dalam memperkirakan laba berubah

setelah perusahaan mengadopsi IAS.

4. Metode Penelitian

a. Pengukuran variabel

b. Metode analisis

FERRORit-1 = α + β1NUMit-1 + β2MVEit-1 + β3Xi + ɛit-1

Analisis Korelasi, tes Bivariate dan tes Pearson (Spearman), dan tes Two-tailed

c. Sampling

80 Perusahaan Non-AS

5. Hasil analisis

Terdapat bukti yang kuat bahwa kesalahan dan perubahan keakuratan seorang analis keuangan terhadap perkiraan pendapatan perusahaan non-AS terkait dengan perbedaan dalam pengukuran akuntansi di setiap negara dan pengungkapan relatif terhadap standar IAS.

6. Simpulan, Keterbatasan, Implikasi

Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa perbedaan standar akuntansi di setiap negara relatif terhadap patokan IAS dan mempengaruhi kemampuan analis keuangan untuk secara akurat memprediksi laba perusahaan non-AS

1 komentar:

  1. Permisi ka ada sedikit info nih, sebaiknya kaka masukkan link gunadarma ka http://www.gunadarma.ac.id/, terima kasih ka 

    BalasHapus